Medan, (Analisa). Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan, siap menjalankan amanah ketiga isi Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Dengan sumber daya yang dimiliki dan sesuai dengan persyaratan internasional yang dimiliki, AMI Medan siap untuk membantu peningkatan kualitas bagi juru mudi di Danau Toba.
ldquo;Kita siap untuk memberikan pendam shy;pingan bagi juru mudi atau nakhoda di kawasan Danau Toba, rdquo; ujar Ketua Pembina Yayasan AMI Medan Dr Yuris Danilwan SE MSi, Kamis (5/7) di kampus Jalan Brigjend Bejo/Pertempuran Pulo Brayan Medan.
Yuris mengungkapkan itu menyahuti saran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kampus AMI pada kunjungan ke kampus dalam acara temu ramah civitas akademika.
Direktur AMI Medan Capt. Dafid Ginting M Mar MSi menambahkan, sebagai tahap awal AMI akan menyiapkan 10-20 taruna dan melibatkan dosen-dosen senior yang telah memiliki pengalaman dalam berlayar sebagai pendamping.
AMI Medan akan mendampingi dengan memberi shy;kan pemahaman tentang kesela shy;ma shy;tan pelayaran. ldquo;Dalam sepu shy;luh hari ini kita akan melakukan persia shy;pan terlebih dahulu, rdquo; ujar Dafid Ginting.
Sebelumnya Menteri Perhu shy;bungan Budi Karya Sumadi di ha shy;dapan civitas akademika AMI Me shy;dan mengatakan, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada AMI Medan yang telah mendidik avokasi dengan baik dilengkapi fasilitas sesuai standar internasional.
Menteri berjanji akan memudahkan segala bentuk birokrasi yang mendukung pendidikan pelayaran dan memberikan kemudahan kesempatan bagi alumni akademi maritim untuk mendapat kesem shy;patan kerja di kapal-kapal asing. Diusulkan talent scouting agar para taruna unggulan bisa bersaing secara in shy;ternasional.
Terkait tragedi di Danau Toba, Menteri berpendapat telah terjadi sekat-sekat. ldquo;Sekat birokrasi, sekat masyarakat, sekat edukasi yang kita tidak berusaha untuk membuat itu menjadi satu. Meng shy;hilangkan sekat itu penting , rdquo; ujar Budi.
Dunia pendidikan juga tidak boleh menyekat diri dari masyarakat. Karenanya peran serta para taruna AMI Medan untuk memberikan pendampingan di Danau Toba sangat dibutuhkan. ldquo;Saya mengajak untuk membangun kesadaran secara bersama-sama dengan apa yang terjadi di lingkungan kita, rdquo; ujar Budi seraya mengajak AMI Medan untuk ikut berperan serta dalam menangani pelayaran di Danau Toba.
Menteri Perhubungan menilai peristiwa Danau Toba karena pekerjaan profesional dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki kompetensi. ldquo;Pekerjaan dilakukan secara serampangan dan tidak disiplin. Karenanya dibutuhkan tenaga profesional dan itu dimiliki AMI Medan, rdquo; ujar Menteri Budi Karya Sumadi. (sug)
GALERI :
![]() |
![]() |
![]() |
|||
| Pict 1 | Pict 2 | Pict 3 |
Read more at http://harian.analisadaily.com


